Zahra’s [Small] Room

just my own [small] room for my life

Feb
27

Yin Yang, Wanita Pria

Posted by ZahraAmalia

Yin Yang,

Jiahaha, malem ni theme nya item putih, yin yang…
Salah sapa saya nggak bisa bubu cepat, plus lagi males baca buku, plus males nonton tipi, terlebih lagi terobsesih ama yin yang… yepiw…

Yin Yang

**googling**
Yin bersifat pasif, sedih, gelap, feminin, responsif, dan dikaitkan dengan malam Yin adalah “sisi teduh sebuah bukit”. Yin mewakili keteduhan dan kepasifan, bersatu dengan kesuburan, kelembutan dan kehalusan. Yin merupakan symbol perempuan, air dan tanah, serta bergerak turun dan masuk ke dalam.
Yang bersifat aktif, terang, maskulin, agresif, dan dikaitkan dengan siang. Yang adalah “sisi terang sebuah bukit”, mewakili cahaya dan keadaan dinamis. Yang bersekutu dengan ketahanan, kaku dan perluasan, bergerak alami ke atas dan keluar. Yang melambangkan laki-laki, api dan langit.
Yin bersifat lebih kuat dan lebih berlimpah, tapi Yang lebih tegas dan aktif. Lebih banyak air di bumi daripada api, sebagai contoh, tapi api yang bercahaya lebih menarik perhatian. Namun begitu, tetap, Yin dan Yang selalu saling melengkapi dan saling memberi arti bagi yang lain.
Yin disimbolkan dengan air, sedangkan Yang disimbolkan dengan api.
Yin (feminin, hitam, bersifat pasif) dan Yang (maskulin, terang, bersifat aktif) adalah dua elemen yang saling melengkapi. Yin dan Yang saling tergantung dan saling melengkapi, simbiose mutualistis, selalu berhubungan dan terus-menerus saling memberi kekuatan.
**

Yin Yang, kalau dimasukkan dalam kehidupan wanita dan pria, wanitalah yang memadamkan pria *hohohoooo*, ya, walaupun ada lagu wanita di jajah pria sejak dulu kalaaaaa.. *stop!!, fals*, tetap dimata saya, pria lah yang di jajah wanita, hihihi, wanita titisan devil pandai menggoda, dan pria titisan kebo *ampuuunnn, kan permisalan meksa*, alias kalo dah kecocok idungnya ma si devil nuruttt aja, hihihi, lucky us, as a woman, ouw yeah.

Eniwei, kembalih ke Yin Yang as a Woman and Man,
Yap, nggak bisa di pungkiri, wanita membutuhkan pria, dan pria sangatlah bin amat membutuhkan wanita *meksa*, dan karena itulah adanya pernikahan, itu adalah perwujudan dari saling membutuhkan secara berkala.

Indah, bila perkebutuhan tadi tetap berkonsep pada Yin Yang,
lihat, Yin membutuhkan Yang, begitu juga sebaliknya Yang amat butuh Yin,
mereka saling mengikat diri, untuk menciptakan bulatan sempurna,
bahkan Yin memakai mata Yang, dan Yang memakai mata Yin, agar dalam melihat mereka memiliki persepsi yang dari sisi pasangannya.

Tapi bagusnya *setidaknya dimata saya-another sesi meksa*
mereka tetap berdiri masing-masing, tanpa harus meleburkan diri, bukan egois yaa, kan saling membutuhkan, tapi lebih kepada masing-masing saling menjaga batasannya, bahwa Yin, akan selalu menjadi dan berperan sebagai Yin, dan Yang akan selalu menjadi dan berperan sebagai Yang,
Wanita ya wanita, pria ya pria, tidak bisa sang wanita dipaksakan diri melebur menjadi pria, dan pria dipaksakan melebur menjadi wanita, berbeda “warna”-nya, berbeda tugas dan fungsinya, dan perbedaan itulah yang menciptakan harmoni dan keseimbangan atara keduanya.

Cupicups,
Cukuplah-sesi-ngelanturnya


Sep
15

Penerbangan Pernikahan

Posted by ZahraAmalia

Aku suka menggambarkan kehidupan ini sebagai sebuah perjalanan,
dan untuk mu, aku ceritakan, bahwa aku juga suka menggambarkan pernikahan dengan penerbangan..

Dia, suami, adalah pilotnya,
kau, istri, co-pilotnya,
dan anak-anak kalian adalah penumpang kalian,
sedangkan pramugari-pramugara adalah asisten rumah tangga kalian, yang kalian perbantukan untuk memberikan pelayanan kepada penumpang, di saat kalian sibuk mengarahkan pesawat kalian ke arah tujuan yang telah kalian sepakati.
Petunjuk dari orang terdekat yang berupa masukan, adalah arahan dari bandara pusat, yang memberikan kalian masukan dari bawah sana, itulah orang tua dan kerabat kalian.
Petunjuk manual penerbangan, adalah sumber rujukan agama kalian, dalam menjalankan pernikahan kalian.
Sesekali, perjalanan pesawat kalian pun akan melewati awan badai, tak sedikit goncangan keras yang ada, dan di tangan kalian lah, penentuan keselamatan pesawat itu ada.

Bagaimanapun juga, Kapten pilot lah yang memimpin, dia lah yang menentukan arah penerbangan maskapaimu, dia lah tempat keputusan penting bermuara, kau asistennya,
tapi jangan salah, peranmu pun sangat penting, karena tanggung jawabmu atas pesawat itu juga besar.

Penerbangan ini, haruslah mempunyai visi tujuan yang sama, antara kapten pilot dengan co-pilot, mungkin sama ke arah barat, atau ke arah timur, tapi yang pasti sama, kapten pilot dan co-pilotnya berusaha mengendalikan sebisa mungkin laju pesawat itu tetap di jalurnya. Secara berkala kalian melihat alat-alat bantu apakah masi berfungsi dengan baik, melihat apakah arah tujuannya masi sama, mengechek apakah bahan bakar kalian masi cukup, dan sebagainya, hanya untuk tujuan yang sama.
Bukan masalah jika memang harus berganti arah tujuan, tapi yang terpenting di antara kapten pilot dan co-pilot, tetap berada di satu pemikiran tujuan.

Badai yang datang, baik tiba-tiba atau mungkin sudah kalian duga, pasti akan kalian lewati, dan selama kalian bekerjasama dengan baik, tidak saling ngotot atas pemikiran masing-masing, perlahan badai itu akan lewat, tapi jika saat ini salah satu dari kalian merasa, bahwa badai ini sudah cukup kuat menghantam pesawat kalian, mendaratlah darurat, itu tak mengapa, di bawah nanti, perlahan pesawatmu akan di perbaiki, dan setelah kau dan dia sepakat dalam satu tujuan lagi, bersiap menghadapi badai lain demi mencapai tujuan itu, terbangkan lagi pesawat itu.

***

Terus kalian terbang dalam satu tujuan tanpa meninggalkan rambu manual penerbangan, dan nantinya, kalian akan mendapati langit cerah di ujung sana, dengan lapangan terbang dan kondisi pesawat yang mulus untuk mendarat.
..::amin::..

May
02

Pernikahan Seperti Sekolah

Posted by ZahraAmalia

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan? Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng.. Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah…(That simple?……..)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa? MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.
Read the rest of this entry »

Aug
14

Pernikahan Seperti Sekolah

Posted by ZahraAmalia

dapet dr mana ni artikel lupa, pas lagi rapiin file2 di komp, eh ada ini,
bagus juga,,,,,
 

*****

 

 

Pernikahan adalah seperti Sekolah

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Allah untuk memberikan saya pasangan,
“Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Allah menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Allah,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan.
Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian.
Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya.
Read the rest of this entry »

Aug
14

Pesan Untukmu

Posted by ZahraAmalia

Dari teman

*****

 

PESAN KU UNTUK MU

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk semuanya ………..
Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
Untuk mereka yang belum memiliki arah………
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan.

Saudaraku………….
Nikah itu ibadah…….
Nikah itu suci,ingat itu……
Memang nikah itu bisa karena harta,
bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan dan bisa karena agama.

Jangan engkau jadikan harta,
keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…………
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan……..
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Saudaraku……….
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta……..
Namun……
jika cinta engkau jadikan sebagai landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai landasan……
Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Read the rest of this entry »

Aug
13

Nasehat Pernikahan

Posted by ZahraAmalia

Wahai Putra dan Putri, dengan aqad nikah Allah SWT memberikan kehormatan kepada kalian untuk memikul misi yang mulia. Kalian berdua harus dapat dan saling mengisi bahtera rumah tangga kalian dengan ketentraman, cinta dan kasih sayang. Karena itu setiap perilaku kalian berdua yang mendatangkan kedamaian, ketentraman, dan ketenangan dalam keluarga adalah ibadah. Dengarkan bagaimana Rosulullah SAW memuji setiap perilaku yang mendatangkan kebahagiaan ditengah-tengah keluarga. Kepada laki-laki Rosul SAW bersabda “Duduknya seorang laki-laki, berbincang dengan keluarganya lebih dicintai Allah SWT daripada i’tikaf dimasjidku ini.” Kepada perempuan Rosul SAW bersabda, “Bila seorang istri memberikan minuman kepada suaminya seteguk air, itu lebih baik baginya daripada ibadah satu tahun.” Kepada keduanya Rosul SAW bersabda, “Orang yang paling baik diantara kamu ialah orang yang paling baik terhadap keluarganya.” (Mizan Al-Hikmah 4 : 286-287).

Wahai Putra, mengapa perilaku yang biasa-biasa seperti becanda, berbincang-bincang, maupun berdialog dengan istri lebih baik dari beri’tikaf di masjid Rosul SAW? Hal ini karena komunikasi yang sederhana itu dapat memasukkan ketrentraman kedalam hatinya yang paling dalam. “Ucapan seorang laki-laki terhadap istrinya –Aku mencintaimu– tidak akan hilang dari hati selama-lamanya.”, sabda Nabi SAW. Dua kata itu bukan saja tidak akan hilang dari ingatan bahkan kalbu sang istri, tetapi juga dicatat abadi sebagai amal saleh yang mengantarkan kalimat baik itu ke haribaan Allah SWT. Dengan begitu, terlaksanalah mitsaqan ghalizha, misi pernikahan yang agung.

Wahai Putri, mengapa seteguk air yang diantarkan dengan senyum penuh kasih oleh seorang istri kepada suaminya lebih tinggi nilainya dari ibadah satu tahun? Karena perkhidmatan itu, betapapun sederhananya, telah menyiramkan kesejukan pada hati suami anda, mengkikis semua keresahan dan kegelisahan yang ditemuinya dalam arena kehidupan yang kejam. “Dunia ini seluruhnya keindahan yang menyenangkan. Tapi keindahan yang paling tinggi dari dunia adalah istri yang saleh.”, sabda Rosul SAW. Satu tegukan air itu –karena diberikan istri yang saleh– bukan saja mengalir kedalam tubuh suami anda, tetapi juga direkam sebagai ibadah dalam Ummul Kitab di sisi Allah SWT. Dengan begitu, tangan anda telah memperteguh ikatan mulia, mitsaqan ghalizha, misi pernikahan yang luhur.

Read the rest of this entry »