15
Cerita bersama Cinta
Hai, pagi cinta…
Bangunlah, embun pagi sudah menyapa, coba kau lihat keluar jendela, ada kabut tipis, juga rintik gerimis yang membuat alam mengeluarkan harum wanginya, wangi sang tanah. Kau ingat cinta? Inilah wangi alam yang paling aku suka, kau ingat cinta? Aku selalu merengek untuk mencari dimana ada parfum dengan bau yang serupa, tapi sampai detik ini tak juga kutemukan parfum itu.
Bangun cinta, coba kau lihat embun kabut dan gerimis itu di luar sana, kau suka kan? Karena cinta selalu menyukai suasana seperti ini, suasana yang indah, untukmu cinta. Tapi aku tetap lebih menyukai harum wangi tanahnya.
Kau sudah bangun cinta? Coba kemari sebentar, lihat ke hati ini, iya, kemari. Hei, jangan masuk ke dalam, aku cuma memintamu untuk melihat sejenak.
Kau lihat itu, yang di ujung atas itu? Read the rest of this entry »



