22
Surat buat Anggota Bapak Dewan Ibu, eh Bapak Ibu Anggota Dewan-red
Aulia Latif Ada pertemuan keluarga di gedung (yang katanya) milik rakyat, pesertanya ganteng dan cantik, yang jadi tokoh utama (tampak) berwibawa, yang memimpin acara belepotan ngomongnya, apa benar masa depan kita sepenuhnya ditentukan mereka? Kalau iya, mari kita bunuh diri bersama
Tues at 10:40 • Comment • Unlike
***
Sepotong, eh sepenggal kalimat status fb teman sma saya itu sunggu membuat saya tertawa sambil manggut-manggut. Di posting tepat di hari pelantikan Bapak Presiden RI utnuk lima tahun kedepan, yang dilantik oleh MPR Bapak Ketua kita, eh salah, Bapak Ketua MPR kita, hihihi.
Tapi masalah bunuh diri bersama? Tunggu dulu Uli… emie masi pengen hidup ne, hihihi.
Eniwei, congrats ya, Bapak dan Ibu segenap jajaran wakil rakyat yang ngantor di gedung sana, saya kasi sedikit surat cinta ya :-* cupicups… mohon jangan penjarakan saya seperti Ibu Prita ya, saya nggak complain kok, sueer..!! hihihi.
***
Dear Bapak dan Ibu Anggota Dewan yang Terhormat.
Selamat Siang,
Selamat ya Pak, selamat ya Bu, atas terpilihnya Bapak dan Ibu sebagai wakil kami, rakyat Indonesia, walaupun saya sama sekali nggak inget, apa Ibu dan Bapak-lah yang dulu saya contreng, hihihi, maklum Pak, Bu, saya cuma main kira-kira, dan kalau memang “bejo”nya Bapak ma Ibu tu, bisa masuk ke gedung itu, ya selamat, kalau sebelumnya penuh perjuangan dan biaya buat masuk gedung itu, ya selamat juga, perjuangan dan biaya kalian nggak sia-sia. Ingat loh Pak, Bu, yang jadi stress karena ngincer posisi Bapak dan bu itu buanyak. Saya aja mupeng abis, melihat perincian perkiraan gaji Bapak dan Ibu itu, tapi saya tahu diri, saya nggak berani, alias takut stress, hihihi, alias gagal
Pak, Bu, kayaknya percuma, kalo saya mau mengingatkan mengenai jobdesk Bapak, dan Ibu, mengenai tanggung jawab Bapak dan Ibu ke saya, sebagai rakyat, sebagai orang yang Bapak dan Ibu wakili, toh saya cuma anak kemarin sore, yang nggak bisa menghakimi siapa-siapa, menggurui siapa-siapa. Tapi Pak, Bu, pesen saya satu, Gusti Allah mboten sare, alias Allah tidak tidur. Ini di ingat Pak, Bu, jadi tindaktanduknya akan dipertanggung jawabkan sama Yang Di Atas, kalau ke saya mah, saya masa bodo Pak, Bu.
Jujur, percuma, mo saya contreng siapa aja kemarin, nggak ada perubahan yang berarti buat diri saya, tetep aja harus ngas-ngos, larisana-larisini nyari materi demi kesejahteraan hidup saya, mengejar rupiah demi kejar-kejaran ma harga kebutuhan yang naiknya perlahan tapi pasti, saya juga harus pintar-pintar memutar otak, nyari ide, buat terus bisa rajin membayar tagihan PAM LIstrik dan lainlain yang kok tyap beberapa bulan sekali ada kenaikan.
Tapi saya tau diri kok Bu, Pak, cuma ini yang bisa saya lakukan, menyesuaikan diri, dengan lebih ulet, biar sesuai ama kebijakan sampeyan-sampeyan. Iya, walaupun Bapak dan Ibu wakil kami, alias wakil rakyat, kok di rasa saya, lebih banyak kami yang harus menyesuaikan dengan Bapak dan Ibu punya keputusan, bukan Bapak dan Ibu punya keputusan yang menyesuaikan kami yang harusnya di wakili ini. Untuk ini saya berterimakasih ma Bapak, ma Ibu, karena saya jadi lebih energic banting tulang peras keringat, hihihi, plus lebih kreatif membagi pengeluaran.
Tapi nggak papa Pa, Bu, saya tau kalian sudah berusaha, nggak mudah menyamakan otak dan pikiran sekian kepala di gedung itu, don’t worry be happy, saya nggak akan demo kok, bukan karena saya setuju dengan semua itu loh, tapi saya mengganggap percuma dengan demo, abis energi, imbal balik nggak ada, mendingan saya gunakan energi saya buat menyamakan level materi, emosi, dan energi, ama si keputusan Bapak dan Ibu itu.
Jadi Pak, Bu, selamat berkerja, untuk 5 tahun ke depan.
Eh Eh Eh,
boleh rikues nggak Pak, Bu?
Please, jangan bobo dong kalo lagi sidang…
Asli, saya gondok berat kalo liat siaran sidang dan anggotanya pada bobo. Main BB kek, FB-an, atau bawa PSP kek, TTS kek, monopoli, kartu remi, apa aja, asal jangan bobo, asli, saya nggak rela untuk yang satu itu…!!
Have a nice day Pak, Bu, selamat mengumpulkan rupiah kami, untuk bekal kampanye anda 5 tahun lagi ^^
P.S : Setelah 5 tahun jabatan, kalo nggak kepilih lagi, dapet uang pension nggak sie?? Maooo >_<
Regards,
..emie..
***


Masi ada masalah yang aku tanggung, terbukti Allah masi sayang,