Zahra’s [Small] Room

just my own [small] room for my life

Oct
22

Surat buat Anggota Bapak Dewan Ibu, eh Bapak Ibu Anggota Dewan-red

Posted by ZahraAmalia

Aulia Latif Ada pertemuan keluarga di gedung (yang katanya) milik rakyat, pesertanya ganteng dan cantik, yang jadi tokoh utama (tampak) berwibawa, yang memimpin acara belepotan ngomongnya, apa benar masa depan kita sepenuhnya ditentukan mereka? Kalau iya, mari kita bunuh diri bersama
Tues at 10:40 • Comment • Unlike

***

Sepotong, eh sepenggal kalimat status fb teman sma saya itu sunggu membuat saya tertawa sambil manggut-manggut. Di posting tepat di hari pelantikan Bapak Presiden RI utnuk lima tahun kedepan, yang dilantik oleh MPR Bapak Ketua kita, eh salah, Bapak Ketua MPR kita, hihihi.

Tapi masalah bunuh diri bersama? Tunggu dulu Uli… emie masi pengen hidup ne, hihihi.

Eniwei, congrats ya, Bapak dan Ibu segenap jajaran wakil rakyat yang ngantor di gedung sana, saya kasi sedikit surat cinta ya :-* cupicups… mohon jangan penjarakan saya seperti Ibu Prita ya, saya nggak complain kok, sueer..!! hihihi.

***

Dear Bapak dan Ibu Anggota Dewan yang Terhormat.

Selamat Siang,

Selamat ya Pak, selamat ya Bu, atas terpilihnya Bapak dan Ibu sebagai wakil kami, rakyat Indonesia, walaupun saya sama sekali nggak inget, apa Ibu dan Bapak-lah yang dulu saya contreng, hihihi, maklum Pak, Bu, saya cuma main kira-kira, dan kalau memang “bejo”nya Bapak ma Ibu tu, bisa masuk ke gedung itu, ya selamat, kalau sebelumnya penuh perjuangan dan biaya buat masuk gedung itu, ya selamat juga, perjuangan dan biaya kalian nggak sia-sia. Ingat loh Pak, Bu, yang jadi stress karena ngincer posisi Bapak dan bu itu buanyak. Saya aja mupeng abis, melihat perincian perkiraan gaji Bapak dan Ibu itu, tapi saya tahu diri, saya nggak berani, alias takut stress, hihihi, alias gagal :D

Pak, Bu, kayaknya percuma, kalo saya mau mengingatkan mengenai jobdesk Bapak, dan Ibu, mengenai tanggung jawab Bapak dan Ibu ke saya, sebagai rakyat, sebagai orang yang Bapak dan Ibu wakili, toh saya cuma anak kemarin sore, yang nggak bisa menghakimi siapa-siapa, menggurui siapa-siapa. Tapi Pak, Bu, pesen saya satu, Gusti Allah mboten sare, alias Allah tidak tidur. Ini di ingat Pak, Bu, jadi tindaktanduknya akan dipertanggung jawabkan sama Yang Di Atas, kalau ke saya mah, saya masa bodo Pak, Bu.

Jujur, percuma, mo saya contreng siapa aja kemarin, nggak ada perubahan yang berarti buat diri saya, tetep aja harus ngas-ngos, larisana-larisini nyari materi demi kesejahteraan hidup saya, mengejar rupiah demi kejar-kejaran ma harga kebutuhan yang naiknya perlahan tapi pasti, saya juga harus pintar-pintar memutar otak, nyari ide, buat terus bisa rajin membayar tagihan PAM LIstrik dan lainlain yang kok tyap beberapa bulan sekali ada kenaikan.

Tapi saya tau diri kok Bu, Pak, cuma ini yang bisa saya lakukan, menyesuaikan diri, dengan lebih ulet, biar sesuai ama kebijakan sampeyan-sampeyan. Iya, walaupun Bapak dan Ibu wakil kami, alias wakil rakyat, kok di rasa saya, lebih banyak kami yang harus menyesuaikan dengan Bapak dan Ibu punya keputusan, bukan Bapak dan Ibu punya keputusan yang menyesuaikan kami yang harusnya di wakili ini. Untuk ini saya berterimakasih ma Bapak, ma Ibu, karena saya jadi lebih energic banting tulang peras keringat, hihihi, plus lebih kreatif membagi pengeluaran.

Tapi nggak papa Pa, Bu, saya tau kalian sudah berusaha, nggak mudah menyamakan otak dan pikiran sekian kepala di gedung itu, don’t worry be happy, saya nggak akan demo kok, bukan karena saya setuju dengan semua itu loh, tapi saya mengganggap percuma dengan demo, abis energi, imbal balik nggak ada, mendingan saya gunakan energi saya buat menyamakan level materi, emosi, dan energi, ama si keputusan Bapak dan Ibu itu.
Jadi Pak, Bu, selamat berkerja, untuk 5 tahun ke depan.

Eh Eh Eh,
boleh rikues nggak Pak, Bu?
Please, jangan bobo dong kalo lagi sidang…
Asli, saya gondok berat kalo liat siaran sidang dan anggotanya pada bobo. Main BB kek, FB-an, atau bawa PSP kek, TTS kek, monopoli, kartu remi, apa aja, asal jangan bobo, asli, saya nggak rela untuk yang satu itu…!!

Have a nice day Pak, Bu, selamat mengumpulkan rupiah kami, untuk bekal kampanye anda 5 tahun lagi ^^

P.S : Setelah 5 tahun jabatan, kalo nggak kepilih lagi, dapet uang pension nggak sie?? Maooo >_<

Regards,
..emie..

***

Jun
17

**shock** Penarik Becaknya CEWEK..!!

Posted by ZahraAmalia

Biasanya, setiap pagi, turun dari kereta, kurang lebih jam 6.30 pagi, saya berjalan ke kantor, yah kalo dibilang deket, nggak juga, kalau dibilang jauh ya, lumayan, tapi nggak apa, biar ni badan sedikit gerak, toh jalannya santai, sepanjang jalan mangkubumi jogja, lurus, ke pasar kranggan **I lov this part**, n lurus lagi, nyampe de.

Tapi beberapa hari ini, karena kondisi badan yang agak kurang fit, tekanan darah turun, bawaannya males mo ngapa-ngapa, nggak ada tenaga, nah suru jalan kaki? Ya males dunk ya :D naik becaklah saya, biasanya, kalo memilih naik becak, saya ada satu becak langganan, yang narik namanya Pak Kamto, asyik, ngebut, nggak ada 10 menit, nyampe de dikantor, dan sudah nggak perlu nawar lagi,

Jujur saya agak malas kalo suru naik becak yang mangkal di depan stasiun persis, gini, kan stasiun tugu itu boulevard-nya **taelah** panjang, nah di awal-awal, dari depan pintu banyak banget pak becak yang menawarkan jasanya, tapi saya malah males, bukan kenapa sie, cuma frekuensi saya itu lebih banyak jalan kakinya daripada naik becaknya, so kalo nggak enak aja kalo dikira ntar mo langganan, alasan yang aneh kan :D what ever, pokoknya itu alasan saya. Nah karena itu saya memilih becak yang mangkal agak di ujung luar boulevard, kayak tempat mangkalnya Mister Kamto itu. Hihihi.

Tapi pagi ini Pak K nggak nampak, tengok kiri, tengok kanan, tengok kiri lagi, tengok kanan lagi, liat ke atas, ke bawah, lirik ke belakang, nginguk ke depan, huh, nggak nampak >_< males bener kalo suru pake acara nawar ke becak lain, huhuhu, asli, darah rendah emang bikin nggak mood ngapa-ngapain **selain makan maksud saya**.

Eniwei, Read the rest of this entry »

May
05

Selamat Hari Kartini - Emansipasi, Berjalan Benarkah?

Posted by ZahraAmalia

repost from fb note 21:04:09 http://www.facebook.com/note.php?note_id=45515944944

 

 

Hari ini, tepat 21 April, hari yang di bilang hari Kartini, eh eh, saya pake rok n baju batik nieh, hihihi, dan banyak yang menyapa : meriah amat em, bajunya… dan saya dengan PeDe menjawab : kan hari Kartini, sambil kedipipkedip nggak jelas, huehuehue

Ok enough,
Bukan itu yang mo saya bicarakan,
Tapi saya mo bicara tentang penomena Kartini, kenapa? karena di Indonesiyah tercintah ini, Ibu Kartini adalah icon wanita, wanita yang ber-emansipasi, yang mampu meng-emansipasikan dirinya, men-sejajarkan dirinya, meng-ekspresikan dirinya.
Apa itu bagus? Bagus lah, saya sangat berterimakasih ma Ibu, eh Eyang Kartini, karena dengan ini wanita Indonesia bisa sedikit ada ruang, untuk memberikan sedikit arti dirinya pada hidup. Bukan berarti selama ini nggak berarti, nope, tapi lebih ke arah kebebasan berekspresi pada hidupnya sendiri.

So, berhasil kan perjuangan Ibu Kartini dalam upaya menjadikan wanita Indonesia lebih “berjejak”?
Berhasil menurut saya, tapi saya yakin, 
saat ini, 
kalau Ibu Kartini bisa melihat dari sana, Read the rest of this entry »

May
05

Diskusi Fb - Pendidikan Anak

Posted by ZahraAmalia

*repost from fb note 13:02:09*

 

 

cinthia : mabruka azzahra - rika shahab
laura : zahra amalia - emie hasny

===

cinthia: Laura
cinthia: Ada yg nanya 
cinthia: “Fb itu kalo dilihat2,bisa ngerusak akhlak “ 
cinthia: Hahah,emang anaknya aja sih yg pendidikannya akhlaknya kurang
cinthia: Dikira fb yg ngerusak
cinthia: Trus gak di backup agama 
laura: dasar agamanya kurang kali
laura: penting pdhal dasar agama
laura: kalo gw mah yg salah ortunya
laura: dr kecil harusnya dikasi dasar yg kuat
laura: biar pondasinya kokoh
cinthia: Itu dia
laura: anak tu dr kecil jgn cuma les bhs inggris, matematika, dll aja
laura: tp agama malah wajib
laura: itu kan dasarnya
cinthia: Makanya kita juga harus tau agama
cinthia: Biar bisa didik anak
laura: iya, bukan hanya tau, tp juga yg penting kita mau
laura: mau menggali lagi ilmu agama, biar makin dalem tu tiang agama kita, jd g gampang goyang
laura: apa lagi jaman skrng
laura: nge didik anak g gampang
laura: godaan buat si anak meleng tu banyak
cinthia: He’eh
cinthia: Cara mendidik anak sejak dalam kandungan Read the rest of this entry »

May
05

Complicated Life

Posted by ZahraAmalia

**repost from fb note 06:02:09*

 

Alhamdulillah,Masi ada masalah yang aku tanggung, terbukti Allah masi sayang,
Alhamdulillah, semua masalahku ini nggak berat-berat banget,Saat ini lagi suka bercerita ke satu orang (selain mama abi n kk), 
yang sudah saya anggap seperti abah saya sendiri, hihihihi **piss atuh**
Enak, nggak banyak saran belibet, just listening, and everything seems OK,
So simple, so quite.

 

 

 

Kemarin, hari kamis,Di awali dengan pertemuan saya dengan salah seorang mama teman sma saya di kereta,
Saya menyapanya, lama nggak jumpa, dia agak lupa **tu kan bukan aku thok yang hobi pikun**
Beliau menangis, saat mengingat saya, sambil memeluk saya *8sial, salah ne tadi nyapa, malah g tahan liat orang nangis**, beliau menangis memikirkan jalan hidup anaknya, yang menurut beliau sudah hancur, yap, klasik, hamil di luar nikah, mencoreng nama keluarga,
Saya berpikir, alhamdulillah, otak saya masi normal, masi tidak berbuat aneh-aneh yang merugikan kedua orang tua saya, keluarga saya,Sedih rasanya, melihat seorang ibu, meneteskan air mata hanya karena kelakuan anaknya,
Huh, coba ada depan saya, udah tak gecek-gecek, tak ulek, tak dadar sekalian tu anak,
Humph, alhamdulillah, saya bukan yang terbaik di dunia ini, tapi setidaknya saya bukan tidak baik.

Kedua, menghadapi orang gila, Read the rest of this entry »

Jan
29

Dariku, untuk Mamamu…

Posted by ZahraAmalia

Malam ini aku akan bercerita,
sedikit tentang wanita,
wanita yang aku jumpa tanpa ada sengaja.

Bukan,
dia bukan mama ku,
bukan juga kerabat dekat ku,

dia adalah mama teman baikku.

Aku suka melihatnya, sejak pertama berjumpa,
ada rasa yang tak bisa ku gambar dengan kata,
tenang, sabar, Read the rest of this entry »