31
Tentang wanita itu, dan Lailatul Qadr-nya
Untuk wanita itu, yang selalu terselip kagumku padanya.
(Lagi,)
Siang itu aku mendengarmu bertutur, singkat, karena hanya menyela dari sedikit waktu istirahat siangmu,
maafkan aku untuk selaan itu, tapi aku suka, mendengarkan semua,
ceritamu, suaramu, bahkan hanya sekedar ekspresi wajahmu, aku selalu suka.
Untuk wanita itu, yang selalu terselip kagumku padanya.
Kau sampaikan kepadaku, tentang indahnya berpuasa,
tentang ibadah yang kau jalani segenap suka,
aku pun mendengarkan, sambil tersenyum bahagia,
sesekali aku bertanya, bukan maksud ingin menyela,
tapi hanya ingin kau tak berhenti bercerita.
Untuk wanita itu, yang selalu terselip kagumku padanya.
Kau tak lupa ceritakan kepadaku, segenap ritual ibadah yang telah kau susun, di bulan Ramadhan ini,
penuh binar kau bercerita, tak nampak perasaan takut letih atau ragu untuk menjalaninya,
hanya nampak, bahwa kau tak sabar, segera ingin tenggelam dalam rencana ibadahmu, yang pasti, aku yakin, akan kau wujudkan.
Untuk wanita itu, yang selalu terselip kagumku padanya.
Aku hanya bisa mendengar, sambil dalam hati aku kagum, untuk yang kesekian kalinya,
kau sukses membuatku terpana, sukses membuat tingkat kagumku kepadamu kembali naik,
dan kau sukses membuatku merasa malu.
Ya, aku malu, karena jauh kalah darimu, untuk urusan mengabdi kepadaNya.
Untuk wanita itu, yang selalu terselip kagumku padanya.
Aku yakin, bulan ini, kau akan mencapainya, kau akan mendapatkan Lailatul Qadr-Nya,
mendapatkan satu kemuliaan dariNya, untuk hambaNya yang setia.
dan kau tau,
aku yakin, Ramadhan ini bukan Lailatul Qadr-mu yang pertama…
-dariku untuk wanita itu,
yang selalu terselip kagumku padanya-
::25.08.09::




