27
Yin Yang, Wanita Pria
Yin Yang,
Jiahaha, malem ni theme nya item putih, yin yang…
Salah sapa saya nggak bisa bubu cepat, plus lagi males baca buku, plus males nonton tipi, terlebih lagi terobsesih ama yin yang… yepiw…
Yin Yang
**googling**
Yin bersifat pasif, sedih, gelap, feminin, responsif, dan dikaitkan dengan malam Yin adalah “sisi teduh sebuah bukit”. Yin mewakili keteduhan dan kepasifan, bersatu dengan kesuburan, kelembutan dan kehalusan. Yin merupakan symbol perempuan, air dan tanah, serta bergerak turun dan masuk ke dalam.
Yang bersifat aktif, terang, maskulin, agresif, dan dikaitkan dengan siang. Yang adalah “sisi terang sebuah bukit”, mewakili cahaya dan keadaan dinamis. Yang bersekutu dengan ketahanan, kaku dan perluasan, bergerak alami ke atas dan keluar. Yang melambangkan laki-laki, api dan langit.
Yin bersifat lebih kuat dan lebih berlimpah, tapi Yang lebih tegas dan aktif. Lebih banyak air di bumi daripada api, sebagai contoh, tapi api yang bercahaya lebih menarik perhatian. Namun begitu, tetap, Yin dan Yang selalu saling melengkapi dan saling memberi arti bagi yang lain.
Yin disimbolkan dengan air, sedangkan Yang disimbolkan dengan api.
Yin (feminin, hitam, bersifat pasif) dan Yang (maskulin, terang, bersifat aktif) adalah dua elemen yang saling melengkapi. Yin dan Yang saling tergantung dan saling melengkapi, simbiose mutualistis, selalu berhubungan dan terus-menerus saling memberi kekuatan.
**
Yin Yang, kalau dimasukkan dalam kehidupan wanita dan pria, wanitalah yang memadamkan pria *hohohoooo*, ya, walaupun ada lagu wanita di jajah pria sejak dulu kalaaaaa.. *stop!!, fals*, tetap dimata saya, pria lah yang di jajah wanita, hihihi, wanita titisan devil pandai menggoda, dan pria titisan kebo *ampuuunnn, kan permisalan meksa*, alias kalo dah kecocok idungnya ma si devil nuruttt aja, hihihi, lucky us, as a woman, ouw yeah.
Eniwei, kembalih ke Yin Yang as a Woman and Man,
Yap, nggak bisa di pungkiri, wanita membutuhkan pria, dan pria sangatlah bin amat membutuhkan wanita *meksa*, dan karena itulah adanya pernikahan, itu adalah perwujudan dari saling membutuhkan secara berkala.
Indah, bila perkebutuhan tadi tetap berkonsep pada Yin Yang,
lihat, Yin membutuhkan Yang, begitu juga sebaliknya Yang amat butuh Yin,
mereka saling mengikat diri, untuk menciptakan bulatan sempurna,
bahkan Yin memakai mata Yang, dan Yang memakai mata Yin, agar dalam melihat mereka memiliki persepsi yang dari sisi pasangannya.
Tapi bagusnya *setidaknya dimata saya-another sesi meksa*
mereka tetap berdiri masing-masing, tanpa harus meleburkan diri, bukan egois yaa, kan saling membutuhkan, tapi lebih kepada masing-masing saling menjaga batasannya, bahwa Yin, akan selalu menjadi dan berperan sebagai Yin, dan Yang akan selalu menjadi dan berperan sebagai Yang,
Wanita ya wanita, pria ya pria, tidak bisa sang wanita dipaksakan diri melebur menjadi pria, dan pria dipaksakan melebur menjadi wanita, berbeda “warna”-nya, berbeda tugas dan fungsinya, dan perbedaan itulah yang menciptakan harmoni dan keseimbangan atara keduanya.
Cupicups,
Cukuplah-sesi-ngelanturnya


Add A Comment