15
Penerbangan Pernikahan
Aku suka menggambarkan kehidupan ini sebagai sebuah perjalanan,
dan untuk mu, aku ceritakan, bahwa aku juga suka menggambarkan pernikahan dengan penerbangan..
Dia, suami, adalah pilotnya,
kau, istri, co-pilotnya,
dan anak-anak kalian adalah penumpang kalian,
sedangkan pramugari-pramugara adalah asisten rumah tangga kalian, yang kalian perbantukan untuk memberikan pelayanan kepada penumpang, di saat kalian sibuk mengarahkan pesawat kalian ke arah tujuan yang telah kalian sepakati.
Petunjuk dari orang terdekat yang berupa masukan, adalah arahan dari bandara pusat, yang memberikan kalian masukan dari bawah sana, itulah orang tua dan kerabat kalian.
Petunjuk manual penerbangan, adalah sumber rujukan agama kalian, dalam menjalankan pernikahan kalian.
Sesekali, perjalanan pesawat kalian pun akan melewati awan badai, tak sedikit goncangan keras yang ada, dan di tangan kalian lah, penentuan keselamatan pesawat itu ada.
Bagaimanapun juga, Kapten pilot lah yang memimpin, dia lah yang menentukan arah penerbangan maskapaimu, dia lah tempat keputusan penting bermuara, kau asistennya,
tapi jangan salah, peranmu pun sangat penting, karena tanggung jawabmu atas pesawat itu juga besar.
Penerbangan ini, haruslah mempunyai visi tujuan yang sama, antara kapten pilot dengan co-pilot, mungkin sama ke arah barat, atau ke arah timur, tapi yang pasti sama, kapten pilot dan co-pilotnya berusaha mengendalikan sebisa mungkin laju pesawat itu tetap di jalurnya. Secara berkala kalian melihat alat-alat bantu apakah masi berfungsi dengan baik, melihat apakah arah tujuannya masi sama, mengechek apakah bahan bakar kalian masi cukup, dan sebagainya, hanya untuk tujuan yang sama.
Bukan masalah jika memang harus berganti arah tujuan, tapi yang terpenting di antara kapten pilot dan co-pilot, tetap berada di satu pemikiran tujuan.
Badai yang datang, baik tiba-tiba atau mungkin sudah kalian duga, pasti akan kalian lewati, dan selama kalian bekerjasama dengan baik, tidak saling ngotot atas pemikiran masing-masing, perlahan badai itu akan lewat, tapi jika saat ini salah satu dari kalian merasa, bahwa badai ini sudah cukup kuat menghantam pesawat kalian, mendaratlah darurat, itu tak mengapa, di bawah nanti, perlahan pesawatmu akan di perbaiki, dan setelah kau dan dia sepakat dalam satu tujuan lagi, bersiap menghadapi badai lain demi mencapai tujuan itu, terbangkan lagi pesawat itu.
***
Terus kalian terbang dalam satu tujuan tanpa meninggalkan rambu manual penerbangan, dan nantinya, kalian akan mendapati langit cerah di ujung sana, dengan lapangan terbang dan kondisi pesawat yang mulus untuk mendarat.
..::amin::..


eja likes this
Ana ingin cepat-cepat jadi “pilot”
Saya/kita sudah punya contoh “pilot-pilot” yang melegenda, Rasulullah, Imam Ali, Imam Khomeini.. Semoga gak cuma gambaran yang ada di pikiran eja, tapi praktik nantinya…
tulisan yang bagus
thanks owly ^^
@ eja : iyaaa ja, amiin
Add A Comment