Zahra’s [Small] Room

just my own [small] room for my life

Archive for February, 2010

Feb
27

Mengejar/Dikejar Waktu

Posted by ZahraAmalia

blupblupblup,
Emie yang lambat, apa waktu yang berjalan begitu cepat ya?

Ngelirik lemari buku, masi setumpuk buku yang belum sempet kebaca, malah ada yang masi rapi ama plastic plus sticker harganya, *ough, Emie merasa berdousah ama ni bukubuku, merasa super berdousa ama rupiah yang keluar, tp buku masi plastik-an*

Ngeliat meja nulis, masi tergeletak dvd and cd pilm ato rekaman video yang harusnya udah diliat dari kmaren-kmaren, kalo sekarang mah udah telat, udah nggak update, nggak eksis, hihihi *kali ini merasa berdousa ama yang uda ngerekamin, plus ama rupiah yang keluar buat beli dipidi ituh*

Ngebuka agenda, oh-em-gi, masi banyak daftar agenda yang harus di bereskan, hikshikshiks. *kali ini merasa berdousah ama Sang Maha Menghidupkan*

Jangankan menuhin resolusi tahun baru, resolusi taun kemaren-kemaren aja masi banyak yang nggak kepegang *teringat sulaman habaya yang hampir genap 4 taun nggak selesai juga, ampuni aku sulaman…o_O*
.
.
.
.
Ya ampyun Emie, kamu kemana aja, kok bisa keteteran disanasini begini, hohoho…
*sigh*

Eits, bukan salah si Emie,
tapi ntah kenapa kok waktu rasanya akhir-akhir ini berjalan super cepet, kayaknya setelannya di majuin lebih cepat (?).
Bangun baru ini itu dikit, eh dah siang, anu inu dikit, eh dah sore, doin this and that, eh dah malem aja, hayah… udah kek dikejer anjing gila aja, belom sempet apa-apa, dah malem aja, malem baru tidur bentar, eh udah pagi. TOINK…!!

Entah cuma si Emie yang ngerasa atau orang lain juga merasa serupa. Moga aja orang lain juga merasa serupa *si Emie nyari temen, hihihi*

Apa sudah mau kiamat kali ya?
Apa sudah terlalu sibuk ama urusan nggak penting kali ya?
Tapi urusan yang mana? Kayaknya waktu si Emie terbuang sia-sia, wong nggak ada wujud keberhasilan atau nilai plus lebih yang nyata.

Argh, si Emie bencik de *pake imbuhan –k biar mempertegas*.
Bencik kalo kayaknya semuanya berlari mengikuti waktu, sementara si Emie plongaplongo doin nothing, ralat, doin sumtink but nothink, arrghhhhhhhh…..

Emie nggak mau diam, emie bertekad mengekar waktu, hohoho, dan dengan kekuatan bulan, saya akan mengalahkan si waktu. *I hope…*

Ya sutrah, segerah, secepatnya, sebaiknya Emie sesuaikan lagi gaya hidupnya, biar sebanding ama larinya waktu.

*jangan kira mudah mengalahkan saya om waktu, hiohiohio*

Cupicups,
hat-trick/juga/notes/hari/ini/hihihi

Feb
27

Yin Yang, Wanita Pria

Posted by ZahraAmalia

Yin Yang,

Jiahaha, malem ni theme nya item putih, yin yang…
Salah sapa saya nggak bisa bubu cepat, plus lagi males baca buku, plus males nonton tipi, terlebih lagi terobsesih ama yin yang… yepiw…

Yin Yang

**googling**
Yin bersifat pasif, sedih, gelap, feminin, responsif, dan dikaitkan dengan malam Yin adalah “sisi teduh sebuah bukit”. Yin mewakili keteduhan dan kepasifan, bersatu dengan kesuburan, kelembutan dan kehalusan. Yin merupakan symbol perempuan, air dan tanah, serta bergerak turun dan masuk ke dalam.
Yang bersifat aktif, terang, maskulin, agresif, dan dikaitkan dengan siang. Yang adalah “sisi terang sebuah bukit”, mewakili cahaya dan keadaan dinamis. Yang bersekutu dengan ketahanan, kaku dan perluasan, bergerak alami ke atas dan keluar. Yang melambangkan laki-laki, api dan langit.
Yin bersifat lebih kuat dan lebih berlimpah, tapi Yang lebih tegas dan aktif. Lebih banyak air di bumi daripada api, sebagai contoh, tapi api yang bercahaya lebih menarik perhatian. Namun begitu, tetap, Yin dan Yang selalu saling melengkapi dan saling memberi arti bagi yang lain.
Yin disimbolkan dengan air, sedangkan Yang disimbolkan dengan api.
Yin (feminin, hitam, bersifat pasif) dan Yang (maskulin, terang, bersifat aktif) adalah dua elemen yang saling melengkapi. Yin dan Yang saling tergantung dan saling melengkapi, simbiose mutualistis, selalu berhubungan dan terus-menerus saling memberi kekuatan.
**

Yin Yang, kalau dimasukkan dalam kehidupan wanita dan pria, wanitalah yang memadamkan pria *hohohoooo*, ya, walaupun ada lagu wanita di jajah pria sejak dulu kalaaaaa.. *stop!!, fals*, tetap dimata saya, pria lah yang di jajah wanita, hihihi, wanita titisan devil pandai menggoda, dan pria titisan kebo *ampuuunnn, kan permisalan meksa*, alias kalo dah kecocok idungnya ma si devil nuruttt aja, hihihi, lucky us, as a woman, ouw yeah.

Eniwei, kembalih ke Yin Yang as a Woman and Man,
Yap, nggak bisa di pungkiri, wanita membutuhkan pria, dan pria sangatlah bin amat membutuhkan wanita *meksa*, dan karena itulah adanya pernikahan, itu adalah perwujudan dari saling membutuhkan secara berkala.

Indah, bila perkebutuhan tadi tetap berkonsep pada Yin Yang,
lihat, Yin membutuhkan Yang, begitu juga sebaliknya Yang amat butuh Yin,
mereka saling mengikat diri, untuk menciptakan bulatan sempurna,
bahkan Yin memakai mata Yang, dan Yang memakai mata Yin, agar dalam melihat mereka memiliki persepsi yang dari sisi pasangannya.

Tapi bagusnya *setidaknya dimata saya-another sesi meksa*
mereka tetap berdiri masing-masing, tanpa harus meleburkan diri, bukan egois yaa, kan saling membutuhkan, tapi lebih kepada masing-masing saling menjaga batasannya, bahwa Yin, akan selalu menjadi dan berperan sebagai Yin, dan Yang akan selalu menjadi dan berperan sebagai Yang,
Wanita ya wanita, pria ya pria, tidak bisa sang wanita dipaksakan diri melebur menjadi pria, dan pria dipaksakan melebur menjadi wanita, berbeda “warna”-nya, berbeda tugas dan fungsinya, dan perbedaan itulah yang menciptakan harmoni dan keseimbangan atara keduanya.

Cupicups,
Cukuplah-sesi-ngelanturnya


Feb
27

Options

Posted by ZahraAmalia

hitamputihkelabu

Bukan bukan,

Kali ini aku datang bukan untuk mempertanyakan.

Kali ini aku meyakinkan diri, bahwa dari semua cerita hidup yang Engkau gariskan itu, tak sedikit yang membuat aku bingung, tapi hanya ada dua pilihan yang aku punyai, tepatnya yang Engkau berikan, iya, atau tidak, jalan, atau berhenti, take it, or leave it.

Ya, bahkan dalam filosofi China, setiap unsur kehidupan ada Yin, dan juga Yang,

ada yang putih, ada yang hitam, tapi entahlah kenapa tidak ada abu-abu? Bukan kah kalo hitam dicampur putih akan menghasilkan abu-abu?

Tapi tidak ada pilihan untuk abu-abu, ya, tidak ada pilihan untuk mencampur, hanya ada hitam atau putih. Walaupun Yin si hitam mempunyai mata kecil Yang si putih, dan Yang mempunyai mata kecil Yin. Tapi tetap, tak ada unsur abu-abu di dalamnya. Lihat Yin, dia membutuhkan Yang, untuk menjadikannya bulatan yang utuh, begitu juga Yang, dia membutuhkan Yin. Tapi sekali lagi, walaupun saling membutuhkan, mereka tidak tercampur, tetap berdiri masing-masing, Yin, dan Yang, Hitam, dan Putih, tidak tercipta abu-abu sedikitpun di antaranya.

Dan saya tersadar, bahwa di dalam hidup ini, hanya dua pilihan itu yang kau berikan. Tidak sedikitpun Engkau berikan area abu-abu, tegas beda antara hitam dan putih.

Terkadang, bahkan sering kali saya bertanya, kenapa Engkau lepaskan aku memilih, jika Engkau Sang Maha Mengetahui lebih tau mana yang terbaik untukku. *maabh, saya protes*

Mengapa Engkau membiarkan aku bingung dan sejenak memaksa untuk mengabu-abukan pikiran ini, di saat Engkau Sang Maha Segala, mengetahui, jalan mana yang seharusnya aku ambil.

Tak jarang aku bertanya dalam doa, kenapa Engkau harus menghadapkan aku pada sebuah pilihan? Apa ini bagian dari permainanMu *huh*? Apa ini berarti aku dipermainkan? *huahaha makin ngelantur*

Tapi tak lama aku tersadar, ya, ini adalah jalanMu, untuk mengetahui seberapa tingkat kemampuan otak dan hatiku. Tapi ternyata, berujung pada kebodohan otak kecilku ini, yang slalu menghadirkan area abu-abu di kepala :P dan tersudut dengan linangan air mata tersembunyi, saat aku merasa bawa pilihan yang aku ambil salah, walaupun tidak ada jaminan, bahwa pilihan yang ku tinggalkan akan menghasilkan lebih banyak senyum.

Ya ya ya,

Bukankah tadi aku berkata bahwa aku tidak akan mempertanyakan atau protesh, maabhkan..

Satu hal yang aku tau, dan aku yakini,

bahwa dalam dalam pilihan yang Engkau sodorkan itu, entah yang hitam, atau yang putih, Engkau tempatkan hal terbaik untuk ku di masing-masingnya.

Cupicups,

Thanks God, for the options.