27
Options
Bukan bukan,
Kali ini aku datang bukan untuk mempertanyakan.
Kali ini aku meyakinkan diri, bahwa dari semua cerita hidup yang Engkau gariskan itu, tak sedikit yang membuat aku bingung, tapi hanya ada dua pilihan yang aku punyai, tepatnya yang Engkau berikan, iya, atau tidak, jalan, atau berhenti, take it, or leave it.
Ya, bahkan dalam filosofi China, setiap unsur kehidupan ada Yin, dan juga Yang,
ada yang putih, ada yang hitam, tapi entahlah kenapa tidak ada abu-abu? Bukan kah kalo hitam dicampur putih akan menghasilkan abu-abu?
Tapi tidak ada pilihan untuk abu-abu, ya, tidak ada pilihan untuk mencampur, hanya ada hitam atau putih. Walaupun Yin si hitam mempunyai mata kecil Yang si putih, dan Yang mempunyai mata kecil Yin. Tapi tetap, tak ada unsur abu-abu di dalamnya. Lihat Yin, dia membutuhkan Yang, untuk menjadikannya bulatan yang utuh, begitu juga Yang, dia membutuhkan Yin. Tapi sekali lagi, walaupun saling membutuhkan, mereka tidak tercampur, tetap berdiri masing-masing, Yin, dan Yang, Hitam, dan Putih, tidak tercipta abu-abu sedikitpun di antaranya.
Dan saya tersadar, bahwa di dalam hidup ini, hanya dua pilihan itu yang kau berikan. Tidak sedikitpun Engkau berikan area abu-abu, tegas beda antara hitam dan putih.
Terkadang, bahkan sering kali saya bertanya, kenapa Engkau lepaskan aku memilih, jika Engkau Sang Maha Mengetahui lebih tau mana yang terbaik untukku. *maabh, saya protes*
Mengapa Engkau membiarkan aku bingung dan sejenak memaksa untuk mengabu-abukan pikiran ini, di saat Engkau Sang Maha Segala, mengetahui, jalan mana yang seharusnya aku ambil.
Tak jarang aku bertanya dalam doa, kenapa Engkau harus menghadapkan aku pada sebuah pilihan? Apa ini bagian dari permainanMu *huh*? Apa ini berarti aku dipermainkan? *huahaha makin ngelantur*
Tapi tak lama aku tersadar, ya, ini adalah jalanMu, untuk mengetahui seberapa tingkat kemampuan otak dan hatiku. Tapi ternyata, berujung pada kebodohan otak kecilku ini, yang slalu menghadirkan area abu-abu di kepala
dan tersudut dengan linangan air mata tersembunyi, saat aku merasa bawa pilihan yang aku ambil salah, walaupun tidak ada jaminan, bahwa pilihan yang ku tinggalkan akan menghasilkan lebih banyak senyum.
Ya ya ya,
Bukankah tadi aku berkata bahwa aku tidak akan mempertanyakan atau protesh, maabhkan..
Satu hal yang aku tau, dan aku yakini,
bahwa dalam dalam pilihan yang Engkau sodorkan itu, entah yang hitam, atau yang putih, Engkau tempatkan hal terbaik untuk ku di masing-masingnya.
Cupicups,
Thanks God, for the options.



